Kamis, 24 Mei 2012


Lumba-lumba Kecil...
kau teramat bingung
Kau menekan tangismu, menyinggungkan simpul di rautmu
tajam tatapanmu terhalang oleh kabut
terintang oleh debu-debu pengarat kejelian
tetap,
tetap kukuhlah tegak
walau sikutan-sikutan menghujammu
itu yang kau nilai adalah
sebuah signal ‘tuk perkokoh gerakmu
dalam ketunggalan
sesungguhnya kau harus memulai senyummu
pada dunia
yang pasti menunjukkan balasnya

Kepada Jiwaku
Ruang IR04, 28 Sept 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menurutmu?