Lumba-lumba Kecil...
kau teramat bingung
kau teramat bingung
Kau menekan tangismu, menyinggungkan simpul di
rautmu
tajam tatapanmu terhalang oleh kabut
terintang oleh debu-debu pengarat kejelian
tetap,
tetap kukuhlah tegak
walau sikutan-sikutan menghujammu
itu yang kau nilai adalah
sebuah signal ‘tuk perkokoh gerakmu
dalam ketunggalan
sesungguhnya kau harus memulai senyummu
pada dunia
yang pasti menunjukkan balasnya
tajam tatapanmu terhalang oleh kabut
terintang oleh debu-debu pengarat kejelian
tetap,
tetap kukuhlah tegak
walau sikutan-sikutan menghujammu
itu yang kau nilai adalah
sebuah signal ‘tuk perkokoh gerakmu
dalam ketunggalan
sesungguhnya kau harus memulai senyummu
pada dunia
yang pasti menunjukkan balasnya
Kepada Jiwaku
Ruang IR04, 28 Sept 2011
Ruang IR04, 28 Sept 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Menurutmu?