Minggu, 27 Mei 2012

Rayuan Fana

Oleh: Kurnia

Dunia, kau sungguh cantik, bagi mata manusiawi
Centil, genit kau merayuku..
Mencolekku saat aku terdiam, merenungi Tuhanku..
Hingga kau dapat mencuri cintaku, cinta untuk maha cinta..
Bukankah kaupun cipta-Nya.... ? ? ?
Tapi kenapa, kau mengusik cinta kami.

Tiba dikala, dudukku tidak tenang, dan bukan yang pertama! Semua karenamu Dunia...!!!

Mega   : (duduk termenung di ruang kerjanya)
Suara dering telepon
Mega   : Halo assalamualaikum...?
Lisna   : Halo, Mega, bisa dicek sekarang rekeningnya.. sudah ada tambahan lima..
Mega   : Maksudnya Lisna apa?
Lisna   : Iya, yang saya janjikan kemarin..
Mega   : Maaf, itu gak pernah ku sanggupi, tolong jangan..
Lisna   : Sudahlah Mega, jangan nolak rizki, pamali
Mega   : Tapi... (mendadak telepon ditutup) halo... halo Lisna...
  (termenung)

Ternyata, begini ternyata..
Pegawai pajak yang ku perjuangkan untuk meraihnya selama ini, telah membuka topeng,
topeng penyalahgunaannya..
Semua tentu, tentu untukmu Dunia...!!!
Puaskah kau membingungkanku?

Beberapa saat kemudian, datanglah Feni ke ruangan Mega
Feni     : Hei.. kawan.. apa kabar hari ini, belum juga tersenyum, kenapa?
Mega   : Aku nggak akan bisa nikmati pekerjaanku kalau gini terus
Feni     : Halah.. Mega.. nggak usah munafik lah.. semuanya juga pasti butuh uang itu, ini    kesempatan langka yang nggak bisa didapat semua orang..
Mega   : Cukup, hentikan kata-katamu itu, jangan ajak aku di jalanmu itu.. tolong keluar                  sekarang!!
Feni     : (keluar dengan santai)
Mega   : Aku harus tegas, karena ketenangan gak bisa dibeli dengan uang berapapun
 (menuju ruangan atasan)
Beberapa saat kemudian..
Mega   : Mbak, maaf, aku pengen berhenti
Karmila: Berhenti? Jangan ngigau Mega..sudah berapa lama kamu disini, bahkan sudah                 kuanggap saudara sendiri
Mega  : Aku terimakasih untuk semuanya, tapi aku gak bisa mbak.. nerima uang           cuma-cuma itu, gak bisa...
Karmila: Jangan sok suci Mega, kamu harus tetap nerimanya, dan kamu harus pikir ulang
               keputusanmu, karena aku juga telah kirimkan uang bulanan untuk adikmu!!
Mega   : Uang bulanan? Astaghfirullah... gak mungkin
Karmila: Pertimbangkanlah... kamu dah tercebur
  (meninggalkan ruangan)



Mega pulang ke rumah disambut oleh adiknya, Hernita.
Hernita: Kenapa murung mbak.. ?
Mega   : gak pa pa nita, capek saja
Hernita: Tapi mbak nggak kayak biasanya.. ceritalah kalau ada masalah..
Mega   : Sebenarnya mbak pengen berhenti kerja..
Hernita: hah!? Kok gitu mbak
Mega   : iya, ternyata banyak praktek korupsi di sana.
Hernita: Astaghfirullah... benar gitu?!
Mega   : Sedih juga sih, tapi mbak harus milih, dunia hedonis yang penuh dengan kemudahan, kesenangan tanpa ketenangan, atau abadinya akhirat..
..................
Mega   : Oh iya, apa kamu nerima uang tiap bulan dari mbak Karmila?
Hernita: Iya mbak, dan Alhamdulillahnya uangnya masih saya simpan rapi, gak pernah ku gunakan dan bahkan jumlahnya pun aku gak tau, amplop masih tertutup.
Mega   : Alhamdulillah... mana sekarang ta.. ?
Hernita: (mengambil uang dan menunjukkannya) dari awaal aku dah curiga mbak, soalnya mbak Mila ngasih itu agak maksa
Mega   : Besok mbak mau balikin ini..
Keduanya tersenyum

Keesokan harinya
Lisna, Feni, dan Karmila sedang arisan di ruangan. Mega Masuk..
Mega   : aku benar-benar mau keluar dari sini, mbak mila ambillah uang itu, sepeserpun belum digunakan adik saya. Untuk semuanya saya minta maaf..
Semua terdiam. Mega meningalkan ruangan

***
Seminggu kemudian.. di sebuah ruang kepala sekolah SD..
Marlina: Dek Mega yakin mau ngajar di sini...
Mega   : Iya bu, honorerpun gak pa pa
Marlina: Bukannya pegawai pajak itu gajinya besar, honorer di sini gak seberapa lo dik..
Mega   : Ini sudah saya pertimbangkan bu, bagi saya guru jauh lebih berperan dalam pembentukan karakter anak bangsa. Mungkin kecilnya gaji di sini akan lebih bernilai untuk saya. Dan yang lebih penting adalah membuat hati saya tenang di hadapan Allah SWT.

Salah... aku telah salah terhadapmu dunia
Ternyata bukan kau yang merayuku
Akulah, akulah yang telah tergoda olehmu
Dan godaan itu, tidak akan menggoyahkan iman seorang Zahid....


Zuhud bukan berarti meninggalkan dunia. Tapi, orang beriman beramal shalih di dunia, memakmurkan bumi, dan berbuat untuk kemaslahatan manusia, kemudian mereka meraih hasilnya di dunia berupa fasilitas dan kenikmatan yang halal di dunia. Pada saat yang sama, hati mereka tidak tertipu pada dunia. Mereka meyakini betul bahwa dunia itu tidak kekal dan akhiratlah yang lebih baik dan lebih kekal. Sehingga, orang-orang beriman beramal di dunia dengan segala kesungguhan bukan hanya untuk mendapatkan kenikmatan sesaat di dunia, tetapi untuk meraih ridha Allah dan surga-Nya di akhirat.

Tanda-tanda Zuhud

 Imam Al-Ghazali menyebutkan ada 3 tanda-tanda zuhud, yaitu: pertama, tidak bergembira dengan apa yang ada dan tidak bersedih karena hal yang hilang. Kedua, sama saja di sisinya orang yang mencela dan mencacinya, baik terkait dengan harta maupun kedudukan. Ketiga, hendaknya senantiasa bersama Allah dan hatinya lebih didominasi oleh lezatnya ketaatan. Karena hati tidak dapat terbebas dari kecintaan. Apakah cinta Allah atau cinta dunia. Dan keduanya tidak dapat bersatu.





 Ini dia para pemain kita





Narrator sajjo


Mega sama Feni
Marlina
Lisna bareng Karmila
Eaa... eeaa..
Hernita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menurutmu?