Dunia, kau sungguh cantik, bagi mata manusiawi
Centil, genit kau merayuku..
Mencolekku saat aku terdiam, merenungi Tuhanku..
Hingga kau dapat mencuri cintaku, cinta untuk maha
cinta..
Bukankah kaupun cipta-Nya.... ? ? ?
Tapi kenapa, kau mengusik cinta kami.
Tiba dikala, dudukku tidak tenang, dan bukan yang
pertama! Semua karenamu Dunia...!!!
Mega : (duduk termenung di ruang kerjanya)
Suara
dering telepon
Mega : Halo assalamualaikum...?
Lisna : Halo, Mega, bisa dicek sekarang
rekeningnya.. sudah ada tambahan lima..
Mega : Maksudnya Lisna apa?
Lisna : Iya, yang saya janjikan kemarin..
Mega : Maaf, itu gak pernah ku sanggupi, tolong
jangan..
Lisna : Sudahlah Mega, jangan nolak rizki, pamali
Mega : Tapi... (mendadak telepon ditutup) halo...
halo Lisna...
(termenung)
Ternyata,
begini ternyata..
Pegawai
pajak yang ku perjuangkan untuk meraihnya selama ini, telah membuka topeng,
topeng
penyalahgunaannya..
Semua tentu, tentu untukmu Dunia...!!!
Puaskah kau membingungkanku?
Beberapa saat
kemudian, datanglah Feni ke ruangan Mega
Feni : Hei.. kawan.. apa kabar hari ini, belum
juga tersenyum, kenapa?
Mega : Aku nggak akan bisa nikmati pekerjaanku
kalau gini terus
Feni : Halah.. Mega.. nggak usah munafik lah..
semuanya juga pasti butuh uang itu, ini kesempatan langka yang nggak bisa didapat semua
orang..
Mega : Cukup, hentikan kata-katamu itu, jangan
ajak aku di jalanmu itu.. tolong keluar sekarang!!
Feni : (keluar dengan santai)
Mega : Aku harus tegas, karena ketenangan gak bisa
dibeli dengan uang berapapun
(menuju ruangan atasan)
Beberapa saat
kemudian..
Mega : Mbak, maaf, aku pengen berhenti
Karmila: Berhenti?
Jangan ngigau Mega..sudah berapa lama kamu disini, bahkan sudah kuanggap saudara sendiri
Mega : Aku terimakasih untuk semuanya, tapi aku
gak bisa mbak.. nerima uang cuma-cuma itu, gak bisa...
Karmila: Jangan
sok suci Mega, kamu harus tetap nerimanya, dan kamu harus pikir ulang
keputusanmu, karena aku juga telah kirimkan uang bulanan untuk adikmu!!
keputusanmu, karena aku juga telah kirimkan uang bulanan untuk adikmu!!
Mega : Uang bulanan? Astaghfirullah... gak mungkin
Karmila:
Pertimbangkanlah... kamu dah tercebur
(meninggalkan ruangan)
Mega pulang ke rumah disambut oleh adiknya, Hernita.
Mega pulang ke rumah disambut oleh adiknya, Hernita.
Hernita: Kenapa murung mbak.. ?
Mega : gak pa pa nita, capek saja
Hernita:
Tapi mbak nggak kayak biasanya.. ceritalah kalau ada masalah..
Mega : Sebenarnya mbak pengen berhenti kerja..
Hernita: hah!? Kok gitu mbak
Mega : iya, ternyata banyak praktek korupsi di
sana.
Hernita:
Astaghfirullah... benar gitu?!
Mega : Sedih juga sih, tapi mbak harus milih,
dunia hedonis yang penuh dengan kemudahan, kesenangan tanpa ketenangan, atau
abadinya akhirat..
..................
Mega : Oh iya, apa kamu nerima uang tiap bulan
dari mbak Karmila?
Hernita:
Iya mbak, dan Alhamdulillahnya uangnya masih saya simpan rapi, gak pernah ku
gunakan dan bahkan jumlahnya pun aku gak tau, amplop masih tertutup.
Mega : Alhamdulillah... mana sekarang ta.. ?
Hernita:
(mengambil uang dan menunjukkannya) dari awaal aku dah curiga mbak, soalnya
mbak Mila ngasih itu agak maksa
Mega : Besok mbak mau balikin ini..
Keduanya
tersenyum
Keesokan
harinya
Lisna,
Feni, dan Karmila sedang arisan di ruangan. Mega Masuk..
Mega : aku benar-benar mau keluar dari sini, mbak
mila ambillah uang itu, sepeserpun belum digunakan adik saya. Untuk semuanya
saya minta maaf..
Semua
terdiam. Mega meningalkan ruangan
***
Seminggu
kemudian.. di sebuah ruang kepala sekolah SD..
Marlina:
Dek Mega yakin mau ngajar di sini...
Mega : Iya bu, honorerpun gak pa pa
Marlina:
Bukannya pegawai pajak itu gajinya besar, honorer di sini gak seberapa lo dik..
Mega : Ini sudah saya pertimbangkan bu, bagi saya
guru jauh lebih berperan dalam pembentukan karakter anak bangsa. Mungkin kecilnya
gaji di sini akan lebih bernilai untuk saya. Dan yang lebih penting adalah
membuat hati saya tenang di hadapan Allah SWT.
Salah... aku telah salah terhadapmu dunia
Ternyata bukan
kau yang merayuku
Akulah, akulah
yang telah tergoda olehmu
Dan godaan itu,
tidak akan menggoyahkan iman seorang Zahid....
Zuhud bukan
berarti meninggalkan dunia. Tapi, orang beriman beramal shalih di dunia,
memakmurkan bumi, dan berbuat untuk kemaslahatan manusia, kemudian mereka
meraih hasilnya di dunia berupa fasilitas dan kenikmatan yang halal di dunia.
Pada saat yang sama, hati mereka tidak tertipu pada dunia. Mereka meyakini betul
bahwa dunia itu tidak kekal dan akhiratlah yang lebih baik dan lebih kekal.
Sehingga, orang-orang beriman beramal di dunia dengan segala kesungguhan bukan
hanya untuk mendapatkan kenikmatan sesaat di dunia, tetapi untuk meraih ridha
Allah dan surga-Nya di akhirat.
Tanda-tanda Zuhud
Imam Al-Ghazali menyebutkan ada 3
tanda-tanda zuhud, yaitu: pertama, tidak bergembira dengan apa yang ada
dan tidak bersedih karena hal yang hilang. Kedua, sama saja di sisinya
orang yang mencela dan mencacinya, baik terkait dengan harta maupun kedudukan. Ketiga,
hendaknya senantiasa bersama Allah dan hatinya lebih didominasi oleh lezatnya
ketaatan. Karena hati tidak dapat terbebas dari kecintaan. Apakah cinta Allah
atau cinta dunia. Dan keduanya tidak dapat bersatu.
Eaa... eeaa..
![]() |
| Narrator sajjo |
![]() |
| Mega sama Feni |
![]() |
| Marlina |
![]() | |
| Lisna bareng Karmila |
![]() | |
| Hernita |





Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Menurutmu?